Sultraonline, KENDARI – Perusahaan properti yang ditengarai ada tindakan pelanggaran terhadap lingkungan sekitar ditanggapi serius oleh masyarakat sekitar.
Adanya pernyataan penyebab banjir akibat aktivitas pembangunan perumahan butuh kajian lebih dalam oleh institusi terkait.
Menurut salah satu tokoh pemuda melalui organisasi masyarakat, Aliansi Masyarakat Bersatu (AMB), Kaisar Ismail Kalenggo,S.H kepada media ini mengungkapkan, kegiatan usaha properti di lokasi baik pencuttingan maupun pemerataan itu sudah standar untuk persiapan pembangunan sebuah kawasan perumahan.
Kegiatan pembangunan kawasan perumahan disuatu area umumnya dalam menata lingkungan melibatkan warga setempat.
” Pihaknya telah melihat langsung wilayah perumahan yang dibangun beberapa perusahaan properti itu. Dan, kami support dengan aktivitas pembangunannya sesuai standar untuk membangun perumahan.”ujar Kaisar Kalenggo.

Sehingga, kata Kaisar, pihak tertentu jangan serta merta menyatakan para pelaku usaha properti bersalah dengan terjadinya banjir atau semacamnya tanpa kajian yang lebih spesifik serta hanya dilihat melalui foto-foto saja.
Diakui pihaknya, usai menyaksikan dan memantau serta menginvestigasi warga setempat bahwasannya terdapat sebuah saluran air atau drainase yang tersumbat dan patut diperbaharui.
Seperti dicontohkan, adanya sungai disekitar wilayah Abeli sampai kewilayah Wua-Wua selain airnya berkelok kelok juga mempunyai drainase sangat kecil. Pun, demikian bisa diakibatkan terjadinya pendangkalan dan penyumbatan hingga dibutuhkan peremajaan.
“Bahwa penyebab banjir bisa saja, dikarenakan karena sudah sepuluh tahun tanggul kanal sungai yang ada di wilayah tertentu tersumbat sampai akhirnya menjadi sempit dan dangkal serta berbelok belok sampai airnya meluap.
Sedianya pihak perusahaan properti siap bersama pemerintah untuk memprogramkan perluasan dan memperdalam kanal tersebut serta meluruskan kanal yang berbelok belok yang mengakibatkan arus air bisa meluap sehingga dapat berjalan lancar agar dapat terhindar dari luapan air dibeberapa titik di Kota Kendari.” jelas Kaisar.
Diharapkan, drainase yang sempit dapat diperluas dan dilakukan pengecekan secara berkala artinya bahwa aliran air yang langsung ke kanal atau kali menjadi lancar dan bagus.

“Dan, diharapkan kerjasama yang baik antara pihak pemerintah bersama pengusaha pengembang maupun developer keberadaannya tentu dapat ikut membantu masyarakat setempat.
Para pengusaha properti dan masyarakat ikut berperan penting memajukan kota kendari selain mempekerjakan orang-orang diwilayah sekitar juga mempermudah memperoleh rumah subsidi maupun kavlingan. ” tambahnya. (Ril/Tim)











