Sultraonline, MUNA – Calon Bupati Kabupaten Muna tahun 2024-2029, DR Abdul Rahman SH MH menegaskan sikap saat melangkah menuju perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ini.
” Pihaknya tegas demi kepentingan umum. Muna tanah kelahiran yang patut kita perjuangkan beserta warga masyarakat kita.” terang DR Abdul Rahman SH MH kepada awak media ini disela kegiatan senam sehat keluarga bersama tim pemenangan di Posko Utama Andui, Jumat (18/10/2024).
Ia mengungkapkan, kita tidak boleh diskriminasi terhadap warga. Demikian halnya, soal keluhan-keluhan warga atas pencobaan perlakuan tidak sewajarnya akibat adanya oknum-oknum tertentu melakukan tekanan untuk memilih pasangan calon tertentu.
Termasuk masalah tenaga kerja honorer yang telah dihilangkan dalam daftar honorer sejumlah 426 orang yang sudah terdaftar selama tahunan itu.
” Nah, semua masalah ini yang harus kita tuntaskan. Masyarakat jangan ragu dan takut untuk melaporkan itu. Jikalau betul betul terjadi, segera laporkan ke kami.

Pasangan Rahman – AJB siapkan 200 pengacara gratis untuk masyarakat yang merasa hak haknya terzolimi. Demikian pula pendampingan hukum yang berhubungan dengan tindak pidana maupun perdata.” tandas DR Rahman.
Seperti menghilangnya data honorer tenaga kesehatan di Muna Sebanyak 426 itu.
Ditambahkan, DR Rahman, hal ini sudah masuk dalam tahapan komunikasi intens bersama pihak tenaga honorer yang dirugikan.
” Saat saya dari Kendari turun dari Ferry Tampo, tiba tiba dicegat ibu ibu yang mengaku honorer Nakes minta untuk dibantu dalam pendampingan hukum.
Inilah yang kami inginkan kepada masyarakat Muna yang merasa ingin pendampingan hukum, langsung saja bicara ke kami. Karena kami sudah siapkan 200 pengacara gratis,” ungkapnya. (RIV/SO)











