Akurat, Informatif dan Terpercaya

Pilkada Muna, Paslon Rahman-AJB diterpa Isu Tak Sedap Tim Pemenangan Solid

Ketua Tim Pemenangan Rahman-AJB, Hidayatullah SH dalam Rapat Koordinasi pemenangan diposko utama Andui Kota Raha. Foto, ist

Sultraonline, RAHA – Jelang seminggu hari pelaksanaan pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tanggal, 27 November 2024 dinamika dan kontestasi semakin ketat dibarengi dengan kemasan isu-isu yang saling memojokkan.

Tak terkecuali di Kabupaten Muna. Seluruh pasangan calon (Paslon) diterpa berbagai isu termasuk paslon DR Abdul Rahman SH MH dan Awal Jaya Bolombo SH (Rahman-AJB).

Sejauh ini Tim Rahman-AJB dengan militansi dan integritas yang tinggi tidak mudah terpengaruh dengan isu apalagi bernuasa hoax, SARA ataupun provokasi.

Menurut Ketua Tim Pemenangan Rahman-AJB, Hidayatullah SH MH kepada awak media in mengatakan, pihaknya turut memperoleh terpaan isu maupun bentuk provokasi.

Tetapi terkait isu-isu yang relevan seperti memanipulasi kerja startegis tim Rahman-AJB diakui akan ditanggapi secara terukur.

” Iya pak wartawan. Kami sangat rasakan dinamika itu bahkan tak segan-segan nama paslon Rahman-AJB disebut berpindah dukungan dan sebagainya. Dan pihaknya tegas bahwasanya itu adalah kebohongan belaka.” tegas Hidayatullah, Rabu (20/11) diposko Utama Andui Kota Raha.

Ia menegaskan, Tim Rahman-AJB tidak membentuk struktur Koordinator Wilayah, Koordinator Kecamatan dan Koordinator Desa/Kelurahan seperti yang berhasil diinfokan adanya oknum-oknum yang mengaku sebagai tim Rahman-AJB.

Yang ada, kata Hidayatullah, adalah Koordinator-Koordinator Relawan pengelola 20 voters atau 30 voters (pemilih) yang berada di Desa/Kelurahan.

” Sehingga apabila ada yang mengatasnamakan diri sebagai Korwil, Korcam dan Kordes itu adalah bohong, manipulatif dan tindakan illegal.” imbunya.

Ditambahkan, bahwa tim RAHMAN-AJB secara struktur hanya berada di tingkat Kabupaten Muna berpusat di Kota Raha dengan Surat Keputusan resmi dari Paslon RAHMAN-AJB, selanjutnya tingkat bawah hanya disebut Koordinator Relawan pengelola 20 voters atau 30 voters yang berada di Desa/Kelurahan yang sifatnya colectif collegial.

Bahwa terhadap koordinator yang menyatakan keluar dan bergabung dengan Paslon lain dengan mengatasnamakan sebagai Korwil, Korcam atau Kordes kami pastikan itu adalah Pembohongan, Manipulatif dan tindakan illegal.

Karena dari awal kami sudah antisipasi secara strategis tidak membentuk dan memperpanjang birokrasi tim dimana hanya ada dua rantai tim yakni Tim Pemenangan Rahman-AJB berada di Kota Raha dan rantai kedua para koordinator-Koordinator Relawan yang hanya mengelola 20 voters (pemilih) bekerja secara kolektif yang berada di Desa/Kelurahan dan masing-masing bertanggungjawab di Tim Kabupaten sebagai penanggungjawab.

” Selain itu, bahwa kami membentuk posko-posko Rahman-AJB sebagai titik kumpul untuk koordinasi-koordinasi atau kontak jaringan kerja tim Kabupaten.” tandas Hidayatullah.        (Tim/SO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *