Sultraonline, SULTRA – Perhelatan Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah Partai Hati Nurani Rakyat (DPD Hanura) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka dan Ir Hugua, Rabu (20/8/2025).
Musda ke-IV Partai Hanura ini memperoleh apresiasi dan kesan yang luar biasa dari Gubernur Sultra karena memiliki teknis dan tata cara yang baik dalam berdemokrasi serta mencerminkan kedewasaan politik dan semangat persatuan.
” Melalui musyawarah Partai Hanura ini dengan mengedepankan persatuan, solid dan demokratis perlu menjadi perhatian partai lainnya.” Imbu Andi Sumangerukka saat menghadiri sekaligus membuka acara Musda ke-IV Partai Hanura yang dilaksanakan di Hotel Claro Kendari.
Pantauan awak media, suasana acara Musda ke-IV Partai Hanura terlihat aman tertib dan lancar. Terlihat kemeriahan dengan dihadiri oleh Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka dan Wakilnya, Ir Hugua serta Forkopimda provinsi Sultra, para pimpinan dan ketua partai politik se-Sultra serta dihadiri langsung oleh wakil ketua umum DPP Partai Hanura, Patrice Rio Capella.

Dalam Musda ini, Partai Hanura Provinsi Sultra secara resmi telah menetapkan Fajar Ishak Dg Jaya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) periode 2025–2030.
Usai terpilih, Fajar Ishak menegaskan bahwa dirinya bersama jajaran pengurus akan fokus pada konsolidasi internal partai demi menghadapi Pemilu 2029.
“Memang betul ini menjadi tantangan serius bagi kami. Oleh karena itu, hal pertama yang akan kami lakukan adalah konsolidasi internal, merangkul kekuatan lama dan menggabungkan dengan kekuatan baru,” ujar Fajar Ishak.
Fajar tidak menampik bahwa capaian HANURA di Pemilu 2024 belum sesuai harapan. Partai ini hanya meraih 16 kursi, turun dari 21 kursi pada pemilu sebelumnya.
Ia menyebut kondisi tersebut sebagai evaluasi penting agar HANURA kembali merebut posisi strategis di Sulawesi Tenggara.
“Kami sebenarnya tidak kekurangan kader, hanya saja banyak yang belum diaktifkan. Karena itu, tema besar kami adalah konsolidasi internal agar Pemilu 2029 dan Pilkada 2031 bisa kita hadapi dengan kekuatan penuh,” tambahnya.
Strategi yang disiapkan antara lain penguatan struktur partai hingga tingkat ranting, musyawarah cabang di 17 kabupaten/kota, serta pembentukan kepengurusan di setiap kecamatan, kelurahan, dan desa. Fajar menegaskan HANURA siap bekerja keras mengejar ketertinggalan.
Selain persiapan Pemilu 2029, HANURA Sultra juga menargetkan kader-kader potensial untuk maju dalam Pilkada.
Beberapa daerah disebut memiliki tokoh yang siap bertarung, termasuk di Buton Selatan dan Kota Baubau.
“Kami terbuka kepada siapapun yang ingin bergabung sepanjang memiliki visi dan misi yang sama. HANURA hadir untuk rakyat dengan hati nurani,” tegas Fajar. (Red/DEM)











